Melihat beberapa kali respon terhadap tulisan di blog ini terutama masalah kebinekaan, persatuan, dan toleransi..ada beberapa respon yang arahnya lebih cenderung pro intoleran dan keras terhadap segala sesuatu di luar kelompoknya.. 

Merespon hal tersebut, patutlah sebuah kontempelasi kita lakukan untuk kembali ke belakang merunut perlahan dan bertanya.. masihkah NKRI harga mati? 
Ya, tidak perlu kita membahas statemen Kapolri tentang fatwa MUI yang direspon secara liar bukan dipandang dari sudut kebangsaan..cukup dari sekitar kita di Maluku Utara..

Saat ini di kalangan masyarakat dan mahasiswa muncul 2 isu yang terus disuarakan yakni Khilafah dan Kemerdekaan Papua.. Khilafah secara terus menerus disuarakan salah satu organisasi Islam yakni HTI, sedangkan Kemerdekaan Papua terus disuarakan oleh Pembebasan yang kemudian diintegralkan dengan Gema Pro Demkrat..
Tentu dua-duanya bertentangan dengan konsep NKRI, namun juga dua-duanya tetap hidup dan diterima di Indonesia.. HTI ingin mengubah bentuk negara sementara Pembebasan mendukung sparatisme Papua..

Melihat perkembangan tersebut, pertanyaan tersebut, masihkah NKRI harga mati?