​Pernyataan Kapolri di acara PTIK tentang fatwa MUI mengundang banyak opini. Anehnya, arus opini menggiring seolah-olah Kapolri menyalahkan MUI atas fatwa-fatwanya yang akhir-akhir ini membuka ruang bagi para pihak berkepentingan untuk menimbulkan gejok di masyarakat.


Menurut penulis, pernyataan Kapolri tersebut bukan menyalahkan MUI namun menyentil organisasi MUI yang saat ini dinilai sudah bergeser dari MUI pada masa sebelumnya terutama dalam hal kebijaksanaan melihat kehidupan berbangsa dan bernegara.

Salah satu tujuan awal dibentuknya MUI adalah memberikan nasihat dan fatwa mengenai masalah keagamaan dan kemasyarakatan kepada Pemerintah dan masyarakat, meningkatkan kegiatan bagi terwujudnya hubungan keislaman dan kerukunan antar-umat beragama dalam memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Seiring bergantinya anggota MUI diisi dengan yang muda, maka sikap dan kebijaksanaan terlihat jelas bergeser, yang semula sangat mempertimbangkan aspek persatuan dan kebangsaan, menjadi lebih progresif seiring semakin berkurangnya nilai-nilai toleransi berganti dengan nilai egoistis yang berselimut fundamentalis.

Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?? Waktu yang akan berbicara..