Inilah akibatnya jika memperlakukan masyarakat secara sewenang-wenang.. Persoalan lahan yang seharusnya diselesaikan secara transparan malah dilakukan dengan serba tidak jelas, akibatnya kemarahan masyarakat timbul dan berujung anarkhis termasuk pembakaran sebuah Dump Truck milik perusahaan pada 22 Januari 2017 lalu.
Itulah yang terjadi di Taliabu antara PT Adi Daya Tangguh dengan masyarakat pemilik lahan dari Lede dan sekitarnya yang telah bersatu dalam From Serikat Kaum Tani (From Sekata)terkait ganti rugi lahan lokasi disepanjang jalur conveyor Perusahaan milik Salim Group tersebut. 

Menurut kabar yang berhembus liar, PT Adi Daya Tangguh sudah membayar penuh ganti rugi, namun uang tersebut disalurkan melalui seorang tokoh politik yang memposisikan sebagai broker.  Ternyata, broker ini tidak amanah karena dana ganti rugi tidak disalurkan secara penuh ke masyarakat, tetapi hanya kepada orang-orang yang dekat dengannya.. ini seperti modus di ganti rugi Bandara Emalamo Sanana… 

Setidaknya menjadi seorang pejabat atau tokoh haruslah amanah, dan tidak selayaknya perusahaan memandang sebelah mata pada masyarakat daerah terpencil..

Persoalan ini harus segera diselesaikan baik dari sisi hukum maupun ganti ruginya agar tidak semakin membesar dan berlarut-larut. Pendekatan represif hanya akan membuat masyarakat semakin beringas dan tidak percaya. Maka dari itu Pemkab Taliabu harus segera turun tangan untuk memediasi.