​Mengamati perjalanan politik nasional memang mengasikkan sekaligus mengerikan.. Seperti kata yang dipopulerkan alm. Sutan Batoegana yakni “NGERI-NGERI SEDAP”..


Sejatinya aksi yang disusun oleh aktor 411 dan 212 tanggal 11/12 Februari ini sudah mulai tidak populer karena terlalu politis dan terkesan arogan.. tanda-tanda “kemunduran” gerakan terlihat saat aksi sholat subuh berjamaah serentak tidaj berjalan sesuai ekspektasi, dan berlanjut pada aksi-aksi kurang populer seperti aksi mengawal sidang yang dipandang masyarakat seperti aksi intimidasi..
Namun ternyata peluang justru muncul diawal Februari ini, ketika aksi bela ulama sudah dideklarasikan, di tengah menurunnya popularitas GNPF, malah muncul isu baru yang secara logika akan “menyukseskan” Aksi Bela Ulama nanti..

Sedikitnya ada 3 isu yang dapat dimanfaatkan oleh aktor Aksi Bela Ulama.

Pertama, kata-kata keras Ahok kepada KH Maruf Amin yang apabila dipoles akan menghasilkan dukungan dari NU yang selama bersikap berimbang.

Kedua, pernyataan pengacara Ahok yang memiliki bukti rekaman percakapan telepon SBY dengan KH Maruf Amin akan menguatkan kesan dukungan Aparat (baca: Jokowi) kepada Ahok,  sehingga akan menambah yakin massa kontra Jokowi untuk ikut bergabung.

Ketiga, statemen SBY tentang kemungkinan dirinya disadap akan bermanfaat menyakinkan kelompok yang mulai ragu terhadap Rizieq Shihab akibat tudingan pornografi.

Ya setidaknya arah angin terus berubah..