Menarik memang mencermati pertarungan para strategos beradu taktik di kancah politik nasional. Ada yang menarik melihat strategi SBY selaku motor Partai Demokrat.
Sejak eksis pada Pemilu 2004 Partai Demokrat mampu menjadi salah satu partai kuat dengan strategi yang khas dan setiap strateginya selalu berpusat pada SBY.

Mungkin tidak ada yang lebih berpengalaman dari Partai Demokrat dan SBY jika membicarakan masalah politik “dizalimi”. SBY selalu hebat dalam memainkan posisi sebagai korban, lebih tepatnya “orang suci” yang dizalimi. Apabila kita tilik perjalanan SBY menjadi Presiden, selalu diiringi dengan isu penzaliman dan hebatnya isu penzaliman itu justru mampu dikelola menjadi alat membangkitkan popularitas dan rasa simpati masyarakat.

Tentu masih ingat isu jenderal kanak-kanal, gurita cikeas, kasus century, bahkan kasus penangkapan Aulia Pohan mampu menaikkan pamor SBY. Uniknya lagi isu pemukulan waktu menjadi taruna Akmil oleh Prabowo hingga memiliki 2 istri juga mampu dimanfaatkan menjadi senjata ampuh.

Hal ini terlihat lagi ketika SBY mendukung sang putra mahkota dalam kontestasi Pilgub DKI. Dimulai dari isu anak bawang hingga sekarang isu penyadapan mampu dimainkan secara cantik..

Maka timbulah pertanyaan, jangan-jangan isu yang menyudutkan SBY selama ini merupakan strategi SBY sendiri sebuah strategi Self Abuse…

Itulah strategos sang ahli strategi dengan karakteristik uniknya.