Slogan bersatu kita teguh bercerai kita runtuh rupanya mulai dilupakan oleh masyarakat nusantara.. Provokasi telah mempertebal sekat-sekat perbedaan dan semakin menghilangkan rasa saling respek satu sama lain.. hujatan dan hinaan keluar tanpa beban bagai anak panah yang keluar dari busurnya, menghunjam dengan bengisnya ke sesama anak bangsa..

Rupanya kita semua lupa, bahwa bangsa asing telah dengan mudahnya merobek-robek tanah nusantara ini dengan adu domba dan individualisme.. Lihatlah ketika pejuang-pejuang kita mengalami kegagalan demi kegagalan karena tidak pernah ada kebersamaan dengan pejuang daerah lain, terlena dengan tipu daya dan hasutan berupa pujian dan pengagung-agungan…

Orang bijak bilang, sejarah akan berulang..tanda-tanda perpecahan, kebencian, iri dengki, ketidakpuasan mulai datang.. 

Seharusnya kita bersyukur bangsa ini mampu bersatu, mampu memiliki bahasa yang sama, mampu memiliki rasa cinta tanah air yang sama.. namun sayang ambisi politik, ambisi ekonomi dan ambisi-ambisi lainnya telah merusak mencoreng rasa kebersamaan itu..

Pemerintah Jokowi-JK telah bergerak separuh jalan, goncangan dan goyangan terus menerpa.. kapan kita membangun jika terus berkutat pada perebutan kekuasaan.. fitnah dan pembunuhan karakter terus bertebaran di media sosial.. Lantas kapan kita akan saling percaya..