Melihat media massa di Malut, belakangan gencar penolakan terhadap HTI.. dan juga sudah ada tanggapan dari HTI di Koran Malut Post Hari ini… 


Penolakan terhadap HTI disuarakan oleh sejumlah ormas baik ormas Islam maupun nasionalis di Malut karena menganggap HTI gerakan berbahaya yang mengajak masyarakat untuk membentuk negara Islam konsep “mereka” yakni Khilafah..para ormas berlogika bahwa membentuk Khilafah otomatis mengubah bentuk negara saat ini yang menganut Negara Kesatuan..


Di sisi lain bantahan HTI mengangkat tema isu separatis, yakni HTI bukan organisasi separatis, HTI justru anti separatis..

Saya pribadi melihat tuduhan ormas dan jawaban HTI tidak nyambung.. kita bisa melihat tuduhan yang disampaikan ormas adalah masalah MAKAR, sedangkan jawaban dari HTI adalah SEPARATISME… alih-alih membantah masalah makar, HTI justru berupaya mengaburkan persoalan..

Opini saya pribadi, HTI memang belum melakukan makar namun sangat dekat dengan hasutan makar, menyuarakan pergantian bentuk negara, padahal dalam UUD 1945 bentuk negara adalah Negara Kesatuan. Ini berbicara konteks UU dan Negara Indonesia karena saat ini HTI hidup di Negara Indonesia dengan izin Pemerintah Indonesia.