Akhirnya setelah vakum lama, dapat aktif kembali..salam jumpa teman-teman..

Kali ini kita akan kembali memberikan kritik sosial..

Beberapa hari yang lalu saya sedang berjalan-jalan di Kota Ternate, secara tidak sengaja saya lewat di depan supermarket Nirwana Swalayan sekitar jam 8 malam yang berada di Jalan Pahlawan Revolusi..


Ternyata ada fenomena tukang parkir anak-anak..ya anak-anak tersebut menjadi tukang parkir dengan cara menutup jok motor dengan kardus, dan itu dilakukan malam hari..jelas ini merupakan pengemis terselubung..


yang belum tergali, apakah ini terkoordinir atau anak-anak itu bekerja sendiri? Sebab beberapa waktu sebelumnya ketika saya membeli Sate Maryam di depan eks Kantor Gubernur, saya menyaksikan anak-anak yang suka meminta-minta itu dijemput oleh sepeda motor..

Ya terlepas itu semua, sangat disayangkan jika kota yang baru berkembang sudah mulai diisi dengan jaringan pengemis “foya”, padahal masyarakat Maluku Utara sangat anti terhadap “pekerjaan” mengemis.. Bukan menuduh tetapi jaringan itu kemungkinan dari luar Malut..

Saat nya Pemkot menertibkan jaringan pengemis sebelum merajalela, dan juga peran aktif kita untuk melaporkan apabila mengetahui jaringan pengemis, untuk menjaga kota kita…