Tahun 2018, masyarakat di Maluku Utara akan melaksanakan Pilkada Gubernur-Wakil Gubernur, dan tahapannya akan dimulai tahun ini.. Parpol-parpol sudah menyiapkan strategi masing-masing, ada yang terang-terangan mengusung cagub tertentu, ada yang malu-malu hanya mengajukan cawagub, ada yang merasa kecil akan berkoalisi, dan banyak strategi..


Melihat kontestasi yang ada di Malut, saya pikir masih akan diisi “itu lagi-itu lagi”, kecuali ada gebrakan, namun akan sangat sulit mengingat Pilkada melingkupi wilayah provinsi sehingga sulit bagi figur baru  dipercaya Parpol untuk diusung..Kita juga bisa melihat Parpol yang ada saat ini sangat oportunis..

Satu catatan, memilih pemimpin seharusnya menjadi perhatian serius dari masyarakat.. Paling mudah adalah melihat  jejaknya.. bermasalah maka akan cenderung bermasalah, meskipun juga tidak menjadi jaminan, namun ini bisa menjadi referensi.. Sekali lagi seharusnya Pilkada tidak dilihat sebagai ajang menang-menang an, tetapi ajang memilih yang terbaik dari yang baik-baik.. 

APAKAH KITA INGIN TERUS TERTINGGAL DARI DAERAH LAIN????