Pembaca budiman, karena satu dan lain hal, saya lama vakum dari kegiatan tulis menulis.. namun perkembangan “liar” akhir-akhir ini membuat saya gatal ingin menulis lagi..

Ya hal yang membuat saya gatal adalah sikap Trump yang mengintimidasi negara-negara anggota DK PBB, apabila menentang AS dalam kasus Yerusalem, maka akan dicabut segala bantuan…

Nih link nya juragan..
https://news.detik.com/internasional/d-3779090/trump-ancam-negara-yang-voting-melawan-as-di-majelis-umum-pbb?_ga=2.90822874.1513673074.1509280488-249230010.1509280488

Sikap terang-terangan Trump ini jelas menarik.. jika era-era sebelumnya pastilah intimidasi yang dilakukan tidak terang-terangan, misalnya melalui jalur lobi, pertemuan bilateral dll. Sikap Trump kali ini benar-benar membuka kebohongan isu demokrasi dan HAM, alih-alih kesetaraan,isu itu hanya berlaku untuk negara-negara kecil dan lemah (mayoritas penduduknya muslim).

Sikap Trump itu membuka kenyataan bahwa sebenarnyalah selama ini memang tidak ada kedamaian dan perdamaian, perang adalah sebuah keniscayaan yang pasti akan terjadi. Ibarat kata hanya di kuburanlah perdamaian akan terjadi..

Hmm, jika sudah ada tantangan demikian apakah umat Islam akan melawan ataukah justru memilih mundur..

Rasulullah bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).