Bingung campur mumet melihat perilaku di negeri ini. Salah satu kegelian itu ya hadir dari sisi jalan raya, apalagi kalo bukan masalah kemacetan. Banyak sekali analisa yang keluar dari para ahli mengenai penyebab kemacetan, ada yang bilang kebanyakan motor, kurang luasnya jalan, banjir, sikomo dsb. Dan istimewanya yang mendapat “berkah” adalah sepeda motor dan tentunya menjadi korban diskriminasi kebijakan jalan raya…

Logika sederhana, mana yang lebih membuat macet.. pejalan kaki, sepeda, sepeda motor, atau mobil.. orang juga bisa menjawab bahwa yang berpotensi paling besar membuat macet adalah mobil karena secara dimensi besar dan menghabiskan jalan. Saya yakin kalo mobil dilarang dijalan protokol seperti Sudirman atau Tamrin, Jakarta akan lengang.. 

Tapi ya dasar,  prinsip tajam ke bawah tumpul ke atas sudah terlanjur mengakar makanya kebijakan pembatasan sudah pasti menghantam ke bawah.. motor lah yang dibatasi.. mungkin kalau  pejalan kaki menggunakan jalan raya akan dibatasi juga.. 

Anehnya lagi ada yang bilang jalannya kurang lebar.. Jakarta itu jalan sudah paling lebar bahkan numpuk-numpuk.. ada-ada saja.. Jadi solusi macet sebenarnya simple, larang aja mobil, insya Allah sukses jadi lengang..