Tidak tau diuntung.. itulah kata yang tepat atas kebodohan perilaku suporter Persija dalam pertandingan final Piala Presiden 2018.. Vandalisme dan perusakan… anak ibu kota yang seharusnya menjadi contoh anak-anak daerah lain justru berperilaku bar-bar.. wajar saja jika DKI Jakarta krisis pemimpin penerus…

STADION UTAMA GELORA BUNG KARNO baru saja selesai direnovasi untuk keperluan Asian Games, tetapi rusak akibat ulah Suporter Persija dalam laga final Piala Presiden 2018.

Sudah sejak lama Persija tidak tampil di SUGBK.. Bukan satu dua kali tetapi berkali-kali dilarang menggunakan SUGBK karena memang perilaku “anak ibu kota” yang tidak lebih beradab dari penonton tarkam dengan vandalismenya.. Seharusnya pertandingan final Piala Presiden kemarin bisa menjadi momentum untuk menunjukkan perubahan perilaku suporter Persija, namun ternyata kebodohan yang berulang kali dilakukan itu diulang lagi..

Kalau Persija masih diperbolehkan bermain lagi di SUGBK berarti kita tidak pernah belajar, sama seperti suporter Persija yang tidak pernah belajar… Jikalaupun final harus digelar di SUGBK, ada baiknya jika dalam even tersebut Persija yang masuk final, sebaiknya tidak digelar di SUGBK… Bukan benci terhadap Persija, namun perilaku suporter harus menjadi tanggung jawab klub, paling tepat adalah larangan menggunakan SUGBK selamanya..

Mereka memang layak dicacimaki